Pendidikan Islam Berbasis Kewirausahaan Dalam Motivasi Kemandirian

Authors

  • Muhadi STIT Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

DOI:

https://doi.org/10.70688/misbahululum.v3i1%20Juni.36

Keywords:

Pendidikan Islam, Kewirausahaan, Motivasi, Kemandirian

Abstract

Memperhatikan pentingnya menanamkan nilai-nilai kewirausahaan terhadap seorang, sehinggga seorang tidak selalu terpaku pada satu tujuan yaitu mencari keja, tetapi mereka tertarik dan termotivasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Pendidikan enteprenuership dapat dimaknai sebagai pendidikan calon pengusaha agar memiliki keberanian, kemandirian, serta ketrampilan sehingga meminimalkan kegagalan dalam usaha. Pendidikan enteprenuership bukanlah pendidikan marketing atau penjualan yang mendidik seseorang untuk jadi pedagang, Enterpreneur jauh lebih luas daripada sekedar menjadi penjual. Ada dua karakter seorang enterpreneur. Pertama enterpreneur sebagai creator yaitu menciptakan usaha atau bisnis yang benar-benar baru. Kedua, enterpreneur sebagai innovator, yaitu menggagas pembaruan baik dalam produksi, pemasaran, maupun pengelola dari usaha yang sudah ada sehingga menjadi lebih baik. Sekolah dan orang tua merupakan kunci sukses dari program enfepretniership sejak dini. Sekolah sebagai wadah bagi anak  mendapatkan ilmu dan menerapkan ilmunya untuk melatih dan mengembangkan jiwa ettteprenuership nya, orangtua sebagai motivator bagi anak. Jika ini bisa diwujudkan pada semua atau sebagaian besar masyarakat dan sekolah—sekolah di Indonesia maka generasi eitteprenuer yang kuat tidak akan kekurangan. Enteprenuer yang kuat dan dengan jumlah yang banyak membuat bangsa ini semakin kokoh dalam menjaga stabilitas ekonomi bangsa. Ekonomi yang stabil membuat bangsa ini kuat terhadap badai krisis keuangan ataupun krisis global yang terjadi saat ini. Di samping menjaga stabilitas ekonomi bangsa dengan banyaknya Enteprenuer banyak memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas.

References

Abdul Jalil. Spiritual Entrepreneurship Yogyakarta: LkiS. 2013.

Abudin Nata. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. 2010.

Ahmad Munjin Nasih. edt. Metode dan Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bandung: PT. Refika Aditama. 2009.

Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif lslam. Bandung : Remaja Rosdakarya. 1994.

Ali M usa Pasaribu. Aawiroosoboon Berbasis Agribisnis. Yogyakarta : CV Audi Offset. 2012.

Ali. Mohammad den Mohammad Asrori. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik Jakarta: PT. Bumi Aksara. 2005.

Al-Qur ’an Jan Terjemahnya. Departmen Agama RI. Jakarta:Lembaga Penerjemah/Pentafsir Al-Qur’an. 1998.

Anas Sudijono. Pengantar Statistik PendidiMn. Jakarta: Rajawali Press. Chaplin. 2006.

Departemen Pendidikan dan Kebudyaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. 2010.

Depdiknas. Penataan Pendidfkan Profesional Konselor dan Layman Bimbingan dan konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Depdiknas. 2007.

Desmita. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2009.

Familia. Membuat Prioritas Melatih Anak Mandiri. Yogyakarta: Kanisius. 2006.

Gea. Antonius Atosakhi. dkk. Character Building 1 Relasi dengan Diri Sendiri edisi revisi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. 2003.

Hery Noer Aly. Ilmu Pendidikan Islam.Jakarta; Logos Wacana. 1999.

Hery Noer dan Munster. Watak Pendidikan Islam. Jakarta : Friska Agung. Insani 2003.

J. Winardi. Entrepzezreur dam Entrepreneurship. Jakarta: Prenada Media. 2003.

Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali Press. 1996.

M. Arifin. M. Ed. ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi aksara. 1996.

Marsi Singarimbun dan Sofyan Efen5i. Metode Penelitian Survei. Jakarta:LP3ES. 1998.

Miihaimin. Pengembangan Kurikufum Pendidikan Islam. J akarta : PT Raja Grafindo Pers2012

Additional Files

Published

2021-06-28

How to Cite

Muhadi. (2021). Pendidikan Islam Berbasis Kewirausahaan Dalam Motivasi Kemandirian. Misbahul Ulum (Jurnal Institusi), 3(1 Juni), 65–84. https://doi.org/10.70688/misbahululum.v3i1 Juni.36