Misbahul Ulum (Jurnal Institusi)
https://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbahul
<p>Misbahul Ulum merupakan jurnal akademik yang diterbitkan dua kali dalam setahun (enam bulan) pada bulan Juni dan Desember oleh Institut Agama Islam Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan dengan ISSN : 2656-6710 dan E-ISSN : 2745-9128. Jurnal ini menekankan spesifikasi dalam wacana pendidikan Islam, dan mengkomunikasikan penelitian-penelitian dan masalah-masalah aktual dan kontemporer yang berkaitan dengan pendidikan Islam. Dengan terbitnya jurnal tersebut diharapkan dapat berperan sebagai media yang menumbuhkan dan membangkitkan motivasi para peminat kajian pendidikan Islam guna menghidupkan wacana pendidikan Islam di bidang pemikiran, penelitian, metodologi, serta manajemen pendidikan Islam melalui karya-karya yang berkualitas. Melalui hal ini, Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur diharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi perkembangan kajian-kajian pendidikan Islam dan memfasilitasi berkembangnya jaringan keilmuan, baik di kalangan civitas akademika sendiri maupun dari pusat-pusat kajian keislaman lainnya.</p>https://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbahulen-USMisbahul Ulum (Jurnal Institusi)2656-6710Th THE ROLE OF TEACHERS IN INSTILLING MORAL VALUES IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN THE ERA OF GLOBALIZATION TO ACHIEVE NATIONAL EDUCATION GOALS
https://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbahul/article/view/588
<p>This study aims to analyze the role of teachers in instilling moral values in elementary school students in the era of globalization and its connection to achieving national education goals. This study uses a descriptive qualitative approach with a library research method through content analysis. The review results show that teachers play a strategic role as educators, role models, motivators, and facilitators in shaping students' character. The instillation of moral values is carried out through classroom learning, habituation of positive behaviors, role modeling, as well as reinforcement. However, globalization presents challenges in the form of foreign cultural influences, uncontrolled technological advances, and reduced social interaction, which impact students' moral degradation. Therefore, appropriate strategies are needed, such as integrating moral values into learning, collaborating with parents, and strengthening religious and cultural education. This study concludes that instilling moral values plays a very important role in achieving the goals of national education, which is to shape students who are virtuous, independent, and responsible.</p> <p> </p>Siti MariyahNazaruddin
Copyright (c) 2026 Misbahul Ulum (Jurnal Institusi)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-06-242026-06-248111710.70688/misbahululum.v8i1.588Transformasi Pendidikan Agama Islam Di Era Artificial Intelligence : Peluang, Tantangan, Dan Strategi Implementasi
https://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbahul/article/view/651
<p>Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), pemanfaatan AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang memerlukan kajian mendalam agar implementasinya tetap sejalan dengan tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi Pendidikan Agama Islam di era Artificial Intelligence dengan fokus pada peluang, tantangan, dan strategi implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>). Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, laporan lembaga internasional, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Artificial Intelligence memiliki peluang besar dalam meningkatkan akses terhadap sumber belajar, mendukung personalisasi pembelajaran, memperkuat literasi digital, mengembangkan media pembelajaran interaktif, serta meningkatkan efisiensi proses pendidikan. Namun demikian, implementasi AI juga menghadapi berbagai tantangan seperti ketergantungan teknologi, validitas informasi keagamaan, integritas akademik, keamanan data, dan potensi berkurangnya interaksi humanis dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang meliputi penguatan kompetensi digital pendidik, pengembangan kurikulum adaptif, pendidikan karakter berbasis nilai Islam, serta penerapan pendekatan human-centered artificial intelligence agar transformasi Pendidikan Agama Islam tetap berorientasi pada pembentukan manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.</p>AhmadiEni Yusnita
Copyright (c) 2026 Misbahul Ulum (Jurnal Institusi)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-06-242026-06-2481547710.70688/misbahululum.v8i1.651The Influence of Scout Council Organizational Management on Students' Social Skills at SMP Negeri 02 Belitang
https://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbahul/article/view/647
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini dimotivasi oleh pentingnya keterampilan sosial siswa dalam mendukung komunikasi yang efektif, kolaborasi, empati, dan interaksi sosial melalui kegiatan kepramukaan. Namun, manajemen organisasi Dewan Penggalang di SMP Negeri 02 Belitang belum diimplementasikan secara optimal, yang berpotensi mempengaruhi perkembangan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen organisasi Dewan Penggalang terhadap keterampilan sosial siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Partisipan terdiri dari 70 siswa yang terlibat dalam kegiatan kepramukaan, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan reliabel dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas dan linearitas, regresi linear sederhana, korelasi Pearson Product-Moment, koefisien determinasi, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen organisasi Dewan Penggalang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan sosial siswa, dengan nilai signifikansi 0,000, koefisien korelasi 0,651, dan koefisien determinasi 42,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen organisasi yang efektif berkontribusi pada peningkatan keterampilan sosial siswa.</span></span></p>ananda amy syeikh muhammad ramadhan -A. SiswantoWasirin
Copyright (c) 2026 Misbahul Ulum (Jurnal Institusi)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-06-242026-06-24819610910.70688/misbahululum.v8i1.647Implementasi Hak Asasi Manusia Dalam Masyarakat Multikultural
https://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbahul/article/view/590
<p>Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang tinggi, mulai dari suku, budaya, agama, ras, bahasa, maupun golongan. Hak asasi manusia merupakan awal terbentuknya masyarakat yang adil, makmur, damai, saling menghargai di tengah keberagaman. Artikel ini memiliki tujuan, yaitu untuk memahami seberapa penting HAM diimplementasikan di kehidupan kewarganegaraan multikultural. Melalui metode kajian literatur, data yang bersumber dari buku, jurnal, maupun artikel akan dianalisis secara deskriptif mengenai implementasi HAM dalam kehidupan masyarakat multikultural. Sebagai masyarakat multikultural, menjalin hubungan sosial yang saling menghormati dan menghargai penting untuk menjaga keutuhan bangsa. Terbaginya kelompok-kelompok sosial berdasarkan identitas budaya yang sama, dapat mendorong terbentuknya integrasi sosial yang harmonis sekaligus memicu terjadinya konflik sosial. Konflik sosial muncul karena adanya perbedaan pandangan antar individu maupun kelompok. Terbentukan segmentasi dalam bentuk kelompok sosial seringkali menjadi faktor utama konflik sosial. Diskriminasi dan intoleransi antar ras, etnis, maupun gender akan berdampak buruk bagi keutuhan bangsa di kemudian hari. Diskriminasi dan intoleransi muncul karena adanya prasangka ataupun stereotip suatu kelompok terhadap kelompok lain. Apabila tidak ditangani dengan baik, konflik yang berkaitan dengan diskriminasi dan intoleransi ini akan semakin serius, menimbulkan perpecahan, hingga terjadinya kekerasan. Perilaku ini menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat multikultural di Indonesia karena menjadi tanda lemahnya implementasi hukum di Indonesia. Di Indonesia sendiri telah terbentuk lembaga perlindungan hak-hak dasar negara, seperti Komnas HAM, Komnas Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Pemerintah telah merancang beberapa kebijakan serta undang-undang yang terkait dengan perlindungan hak asasi manusia. Hal ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah dalam menjunjung tinggi hak-hak warga negara dan pentingnya penegakan HAM di Indonesia. Namun, pembentukan lembaga ini tidak menjamin sepenuhnya hak-hak warga negara akan tercapai. Kasus pelanggaran hak asasi manusia masih sering terjadi, bahkan terdapat kasus pelanggaran yang belum terselesaikan dengan tuntas hingga saat ini. Praktik korupsi yang menghambat akses pelayanan publik secara adil juga akan menghambat tercapainya hak asasi suatu individu. Penegakan hukum harus bersifat transparan, berintegrasi, dan diikuti dengan partisipasi aktif dari masyarakat agar implementasi HAM dapat tercapai secara optimal. Pemahaman masyarakat terkait HAM perlu diperkuat untuk menekan terjadinya pelanggaran HAM. Pentingnya menghargai dan menghormati antarsesama menjadi awal terbentuknya masyarakat yang damai. Penegakan hukum yang adil dan transparan memiliki peran yang krusial sebagai fondasi utama terciptanya masyarakat yang berkeadilan. Karena itu, penegakan hukum perlu diiringi dan sejalan dengan kesadaran masyarakat akan hak asasi yang harus diterima oleh seluruh individu tanpa terkecuali. Dengan meningkatnya implementasi HAM di Indonesia, seluruh warga negara akan secara adil dan merata dapat menikmati dan menjalankan hak-hak mereka. Menjaga HAM merupakan tugas bersama sebagai warga masyarakat untuk menciptakan negara yang adil dan bermartabat bagi seluruh warga negaranya.</p> <p> </p> <p> </p>Luthfia Murti Ilma Ardheni
Copyright (c) 2026 Misbahul Ulum (Jurnal Institusi)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-06-242026-06-2481183310.70688/misbahululum.v8i1.590Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di MTS Miftahul Huda Desa Karang Endah
https://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbahul/article/view/643
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan sebagai salah satu indikator mutu lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Meskipun MTs Miftahul Huda memiliki ketersediaan fasilitas dasar yang cukup, namun pengelolaannya masih menghadapi beberapa kendala struktural dan operasional dalam menunjang mutu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MTs Miftahul Huda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam kepada informan kunci (Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, dan Guru Mata Pelajaran), serta studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diuji keabsahannya melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi manajemen sarana dan prasarana di MTs Miftahul Huda dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu perencanaan kebutuhan berbasis mekanisme <em>bottom-up</em> yang transparan, pengadaan dengan strategi diversifikasi anggaran (Dana BOS, Infak Jumat, dan Yayasan), pemanfaatan ruang dan alat yang fleksibel-adaptif (seperti alih fungsi masjid sebagai laboratorium praktik ibadah), serta pemeliharaan kuratif-responsif berbasis gotong royong. (2) Faktor pendukung utama meliputi pengawasan partisipatif yang melekat dari kepala madrasah dan staf TU, sinergi operasional antar dewan guru, serta tumbuhnya budaya kepemilikan (<em>sense of belonging</em>) di lingkungan madrasah. (3) Faktor penghambat utama mencakup keterbatasan dana operasional mandiri, krisis tata ruang dan tempat penyimpanan akibat keterbatasan lahan, keterbatasan literatur cetak di perpustakaan, serta minimnya prosedur formal untuk penghapusan aset. Secara keseluruhan, kreativitas manajerial dalam mengoptimalkan fasilitas yang terbatas terbukti mampu menjaga mutu proses pembelajaran tetap kondusif dan bermakna.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Manajemen, Sarana dan Prasarana, Mutu Pembelajaran, Madrasah Tsanawiyah.</em></p>Miki Triono TrionoAgus S.Widodo
Copyright (c) 2026 Misbahul Ulum (Jurnal Institusi)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-06-242026-06-2481789510.70688/misbahululum.v8i1.643Penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI Di MA Al-Muslihun Pematang Binatani
https://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbahul/article/view/649
<p>Pelajaran SKI merupakan salah satu aspek ruang lingkup Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sangat penting untuk kehidupan individu maupun kehidupan bangsa, negara, dan agama, dan untuk diketahui para peserta didik agar mereka mengetahuinya sejak dini. Berdasarkan pengamatan selama ini, banyak kelemahan dalam pembelajaran SKI yaitu banyak siswa laki-laki cenderung lebih sibuk dengan kegiatan masing-masing atau kurang memperhatikan ketika guru menjelaskan pelajaran, sedangkan siswa perempuan lebih memperhatikan ketika guru menjelaskan pelajaran hal ini dapat mempengaruhi minat belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode tanya jawab pada Mata pelajaran SKI bagi siswa kelas X di MA Al-Muslihun Pematang Binatani dan untuk mengetahui apakah penerapan metode tanya jawab dapat meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran SKI di MA AL-Muslihun Pematang Binatani. Jenis Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MA Al Muslihun yang dipilih berdasarkan pertimbangan partisipatif dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tanya jawab secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan minat belajar siswa. Sebelum penerapan metode ini, sebagian besar siswa cenderung pasif, kurang tertarik, dan kurang terlibat dalam proses pembelajaran SKI. Namun, setelah metode tanya jawab diterapkan secara konsisten, terjadi perubahan perilaku belajar yang ditandai dengan meningkatnya keaktifan siswa dalam mengajukan dan menjawab pertanyaan serta berdiskusi dengan guru dan teman sekelas. Siswa juga menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi terhadap materi pelajaran dan merasa lebih termotivasi untuk mempelajari SKI. Selain itu, hasil wawancara dengan siswa mengungkapkan bahwa metode tanya jawab membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam dan interaktif, sehingga tidak merasa jenuh selama proses pembelajaran.</p>Fajar Agustian SSuyitno
Copyright (c) 2026 Fajar Agustian S; Suyitno
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
2026-06-242026-06-248134 – 5334 – 5310.70688/misbahululum.v7i2.649