Konsep Pendidikan Akhlak Tasawuf Menurut Nurcholish Madjid Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Islam

Authors

  • Ahmadi STIT Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur

DOI:

https://doi.org/10.70688/almisbah.v6i1%20Juni.92

Keywords:

Pendidikan, Akhlak Tasawuf, dan Nurcholish Madjid

Abstract

Kehidupan modern tampil dalam dua wajah yang antagonistik. Di satu pihak modernisme telah berhasil mewujudkan kemajuan yang spektakuler dalam bidang sain dan teknologi. Di sisi lain, ia telah menampilkan wajah kemanusiaan yang buram berupa manusia modern yang mengalami kesengsaraan ruhaniah. Masalah yang fundamental adalah pendidikan mengalami materialisasi tujuan.Keberhasilan pendidikan hanya berorientasi kuantitatif lulusan dan orientasi lapangan kerja. Akibatnya, krisis terbesar di dunia saat ini adalah krisis akhlak.Permasalahan pendidikan sekarang ini adalah bahwa lembaga-lembaga pendidikan masih didominasi oleh lahiriyah fikih dan kalam, sehingga, seorang murid lebih paham tentang syarat dan rukun ibadah, tanpa mengetahui apa apa makna ibadah bagi pembentukan pribadi. Karena dominasi kalam, murid lebih mampu membuktikan bahwa Tuhan ada, tanpa memiliki keinsafan yang mendalam tentang apa makna kehadiran Tuhan dalam kehidupan. Oleh karena itu, kehadiran pendidikan akhlak tasawuf sangat diperlukan. Penelitian ini bermaksud mendeskripsikan konsep pendidikan akhlak tasawuf menurut Nurcholish Madjid dan relevansinya dengan pendidikan Islam secara teoritis dan praksis. Studi ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) Sumber data menggunakan berupa karya-karya Nurcholish Madjid. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode interpretasi, metode koherensi intern, dan metode deskriptif serta pendekatan historis-filosofis. Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut: Pertama, Hakikat pendidikan akhlak tasawuf menurut Nurcholish Madjid adalah penjabaran takwa yang dikaitkan dengan ihsan. Tujuannya ialah menumbuhkan dan meningkatkan potensi peserta didik menuju akhlak “tiruan” dari “akhlak Tuhan”, yaitu menghasilkan manusia yang berakhlak dengan akhlak Allah”. Materi dibagi sesuai dengan jenjang pendidikan, yaitu Madrasah, Tsanawiyah, dan Aliyah. Metode yang disarankan Nurcholis adalah menggunakan metode hikmah ibadah dan keteladanan. Kedua, Konsep pendidikan akhlak tasawuf Nurcolish Madjid memiliki relevansi dengan teori dan praksis pendidikan Islam. Adapun relevansi dapat dilihat dari tujuan, materi, metode, dan evaluasi. 

Downloads

Published

2020-06-28

How to Cite

Ahmadi, A. (2020). Konsep Pendidikan Akhlak Tasawuf Menurut Nurcholish Madjid Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Islam. Al-Misbah (Jurnal Prodi PGMI), 6(1), 21–35. https://doi.org/10.70688/almisbah.v6i1 Juni.92

Most read articles by the same author(s)