Konsep Pendidikan Karakter Dalam Hadits
DOI:
https://doi.org/10.70688/almisbah.v5i02%20Desember.67Keywords:
Pendidikan Karakter, Hadits, Akhlak, Pendidikan IslamAbstract
Penelitian ini berusaha menjelaskan tentang Konsep Pendidikan Karakter dalam Hadits. Penelitian ini dilatar belakangi oleh karakter anak bangsa yang semakin memprihatinkan. Merenungkan peristiwa-peristiwa beberapa tahun terakhir di negeri ini. Sejak tahun 1998 yang lalu, ketika terjadi reformasi, sehari-hari di kampus-kampus, hingga di kota-kota kecil, dan bahkan di tingkat desa terjadi demonstrasi yang seolah-olah tidak ada henti-hentinya. Dalam setiap demo itu selain mereka membawa poster-poster bernada protes, juga melontarkan teriakan-teriakan yang bernada mengolok-olok, dan bahkan juga menghujat terhadap mereka yang dianggap keliru atau salah dalam mengambil kebijakan. Namun, untuk mewujudkan generasi Qur’ani sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah bukan pekerjaan yang mudah. Ia harus diusahakan secara teratur dan berkelanjutan baik melalui pendidikan informal seperti dalam keluarga, pendidikan formal atau melalui pendidikan non formal (masyarakat). Oleh sebab itu sangat penting menelaah kajian tentang bagaimana konsep pendidikan karakter dalam hadist Nabi Muhammad Saw. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) baik berupa buku, catatan, atau laporan hasil penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data dengan menggunakan metode dokumentasi yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku, karya ilmiah, jurnal dll) yang didasarkan atas penelitian data. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode content analisys atau analisis isi, yaitu data deskriptif hanya dianalisis menurut isinya saja.
Hasil penelitian tentang konsep pendidikan karakter dalam hadits ada dua. Pertama, pembentukan karakter yang didasari keteladanan akan menuai kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Oleh karenanya pengaruh keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi sang anak harus berupa orang-orang yang baik pula. Kedua, dalam pandangan Islam, manusia lahir di dunia ini membawa fitrah, potensi, kemampuan dasar, atau pembawaan (hereditas).
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2019 Al-Misbah (Jurnal Produk PGMI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


