https://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbah/issue/feedAl-Misbah (Jurnal Prodi PGMI)2026-09-26T21:54:22+07:00Sukron Hidayatsukronhidayat1@gmail.comOpen Journal Systems<p>Al- Misbah merupakan jurnal akademik yang diterbitkan dua kali dalam setahun (enam bulan) pada bulan Juni dan Desember oleh Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan. Dengan ISSN : 2528-0996 dan E-ISSN : 2722-6735 . Jurnal ini menekankan spesifikasi dalam wacana pendidikan Islam, dan mengkomunikasikan penelitian-penelitian dan masalah-masalah aktual dan kontemporer yang berkaitan dengan pendidikan Islam. Dengan terbitnya jurnal tersebut diharapkan dapat berperan sebagai media yang menumbuhkan dan membangkitkan motivasi para peminat kajian pendidikan Islam guna menghidupkan wacana pendidikan Islam di bidang pemikiran, penelitian, metodologi, serta manajemen pendidikan Islam melalui karya-karya yang berkualitas. Melalui hal ini, Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan diharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi perkembangan kajian-kajian pendidikan Islam dan memfasilitasi berkembangnya jaringan keilmuan, baik di kalangan civitas akademika sendiri maupun dari pusat-pusat kajian keislaman lainnya.</p>https://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbah/article/view/632Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Upaya Memperkuat Identitas Generasi Muda2026-07-07T16:12:22+07:00Dedi Ariantodediarianto7@gmail.com<p>The development of globalization and digital technology has weakened the cultural identity and religious character of the younger generation due to the dominance of global culture in modern society. This study aims to analyze Islamic education based on local wisdom as an effort to strengthen the identity of the younger generation through the integration of cultural and Islamic values in education. This research employed a library research method using data sources from scientific journals, books, and various relevant literature on Islamic education, local wisdom, and youth identity. Data collection techniques were conducted through documentation studies, while data analysis used content analysis. The results showed that Islamic education based on local wisdom is capable of strengthening religious character, cultural awareness, social concern, and maintaining the identity of the younger generation amid globalization and digital modernization.</p>2026-06-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dedi Ariantohttps://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbah/article/view/633Implementasi Metode Eklektik Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Kelas V Madrassah Ibtidaiyah Nurussalam Sidogede Kecamatan Belitang2026-07-07T16:20:15+07:00Rofiqoh Lailasaritrirahayusabiq@gmail.comTri Rahayutrirahayusabiq@gmail.comAgus Siswantotrirahayusabiq@gmail.com<p>Keberhasilan suatu proses belajar mengajar tidak akan lepas dari metode yang Proses pembelajaran bahasa Arab memerlukan metode yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode eklektik dalam pembelajaran bahasa Arab kelas V, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode eklektik pada pembelajaran bahasa Arab di MI Nurussalam Sidogede berjalan cukup baik. Guru memadukan berbagai metode, seperti fonetik dan muhadatsah, sehingga siswa lebih mudah memahami materi, terhindar dari kebosanan, dan suasana kelas menjadi lebih aktif. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, motivasi siswa, ketersediaan media, dukungan lembaga, serta lingkungan belajar yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, sarana prasarana yang belum optimal, perbedaan kemampuan siswa, serta tantangan penguasaan multi-metode bagi guru.</p> <p>Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa metode eklektik mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab jika didukung dengan perencanaan yang baik, kompetensi guru, dan fasilitas yang memadai.</p>2026-07-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rofiqoh Lailasari; Tri Rahayu; Agus Siswantohttps://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbah/article/view/634Relevansi Pemikiran Pendidikan Al-Ghazali Terhadap Kurikulum Meredeka Dalam Pendidikan Agama Islam2026-07-07T16:26:59+07:00Ahmadi Ahmadiahmadi@insanprimamu.ac.idEni Yusnitaeniyusnita422@gmail.com<p>Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik di tengah dinamika perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan transformasi kebijakan pendidikan nasional. Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan landasan filosofis yang mampu mengintegrasikan pengembangan kompetensi peserta didik dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Dalam konteks tersebut, pemikiran pendidikan Al-Ghazali menjadi penting untuk dikaji karena menempatkan pendidikan sebagai sarana pembentukan akhlak, penyucian jiwa, dan pengembangan potensi manusia secara holistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Al-Ghazali terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai literatur ilmiah yang membahas pemikiran pendidikan Al-Ghazali dan implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi konsep-konsep utama, pola hubungan, dan titik temu antara kedua kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat aspek relevansi utama, yaitu: (1) orientasi pendidikan holistik yang mengintegrasikan dimensi intelektual, moral, spiritual, dan sosial; (2) penekanan pada pendidikan karakter dan pembentukan akhlak sebagai tujuan utama pendidikan; (3) penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan individu; serta (4) fleksibilitas kurikulum yang tetap berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Al-Ghazali memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan filosofis dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Agama Islam. Integrasi nilai-nilai pendidikan Islam klasik dengan paradigma pendidikan kontemporer berpotensi menghasilkan peserta didik yang kompeten secara intelektual, berkarakter, dan memiliki kesadaran spiritual yang kokoh.</p>2026-07-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ahmadi; Eni Yusnitahttps://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbah/article/view/635Metode Pendidikan Dengan Hiwar Pada Anak2026-07-07T16:34:09+07:00Siti Mastiyahmastiyahs@gmail.comAnang Silahuddinsilahuddinanang32@gmail.com<p><em>Pendidikan anak merupakan proses penting dalam membentuk karakter, moral, dan kemampuan berpikir sejak usia dini. Salah satu metode pendidikan yang efektif dalam pembelajaran anak adalah metode hiwar atau dialog. Metode hiwar merupakan pendekatan pendidikan yang dilakukan melalui percakapan, tanya jawab, dan komunikasi interaktif antara pendidik dan anak sehingga mampu menumbuhkan pemahaman, sikap kritis, serta nilai-nilai moral dan keagamaan. metode dialog merupakan salah satu pendekatan pendidikan yang diterapkan oleh Nabi Muhammad </em><em>ﷺ. Metode ini dinilai mampu melatih kemampuan berpikir, memudahkan pemahaman makna, menampilkan kebenaran secara jelas, serta melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu contoh metode dialog yang terdapat dalam sunnah adalah percakapan antara Nabi Muhammad </em><em>ﷺ dengan Malaikat Jibril as. mengenai rukun agama. Dialog tersebut mampu menarik perhatian para sahabat yang hadir, membangkitkan rasa ingin tahu mereka, serta mendorong mereka untuk menyimak dan memahami pembicaraan dari awal hingga akhir dengan penuh antusias</em>.</p>2026-07-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Siti Mastiyahhttps://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbah/article/view/636Manajemen Guru Kelas Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Kelas IV SDN 3 Burnai Mulya OKU Timur2026-07-07T16:37:18+07:00Ririn Meirinasukronhidayat1@gmail.comSukron Hidayatsukronhidayat1@gmail.comMoh Adzkiyaunuhasukronhidayat1@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen guru kelas dalam meningkatkan prestasi akademik siswa serta mengidentifikasi faktor penghambat yang dihadapi di Kelas IV SDN 3 Burnai Mulya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas IV dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen guru kelas di SDN 3 Burnai Mulia meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan secara sistematis. Guru menerapkan metode pembelajaran bervariasi seperti diskusi, kerja kelompok, dan penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi kurangnya dukungan orang tua, keterbatasan media pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, serta kondisi lingkungan belajar yang kurang kondusif. Upaya guru untuk mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui komunikasi dengan orang tua, memanfaatkan media sederhana, pemberian bimbingan khusus, serta penegakan aturan kelas secara konsisten.</p> <p>Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manajemen guru kelas memiliki peran penting dalam meningkatkan prestasi akademik siswa. Disarankan kepada pihak sekolah untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana, meningkatkan keterlibatan orang tua, dan memberikan pelatihan manajemen kelas kepada guru.</p>2026-07-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ririn Meirina; Sukron Hidayat; Moh Adzkiyaunuhahttps://jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/misbah/article/view/639Penerapan Metode Role Playing Dalam Menanamkan Sikap Sosial Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Di MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan2026-07-07T21:48:46+07:00Sinta Nuriyasintanuriya454@gmail.comKholis Aniyatikholisaniyati.a@gmail.com<p>Pendidikan merupakan salah satu aspek mendasar yang berperan penting dalam pembangunan bangsa dan membentuk karakter siswa, baik dari aspek kognitif maupun sosial. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif, guru perlu menggunakan metode yang bervariasi dan inovatif. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode <em>role playing </em>atau bermain peran, terutama dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Metode <em>role playing</em> memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami peran sosial dalam kehidupan nyata, serta mengembangkan sikap sosial seperti kerja sama, empati, dan komunikasi yang baik. Namun, berdasarkan hasil observasi di MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan, penerapan metode ini masih kurang maksimal karena banyak siswa yang kurang aktif dan kurangnya kontribusi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode <em>role playing </em>dalam menanamkan sikap sosial siswa kelas V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di MI Al-Mujtahidin Sumber Harapan, dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dari penerapan metode tersebut.</p> <p> Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi, yang mencakup triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode <em>role playing </em>sudah digunakan dalam pembelajaran, khususnya pada materi dialog dan teks drama. Metode ini mampu meningkatkan partisipasi siswa, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan sikap sosial seperti kerja sama, tanggung jawab, toleransi, dan empati. Namun, pelaksanaan masih kurang optimal karena keterbatasan waktu, media pembelajaran, dan rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa. Faktor pendukung penerapan metode <em>role playing </em>antara lain adanya dukungan dari pihak madrasah, pemahaman guru terhadap konsep metode, antusiasme siswa, serta kesesuaian materi pelajaran. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, kurangnya fasilitas, sikap pasif sebagian siswa, serta adanya perilaku mengganggu dari teman sebaya.</p>2026-07-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sinta Nuriya; Kholis Aniyati