Implementasi Teori Multiple Intelligences Dalam Pendidikan
DOI:
https://doi.org/10.70688/almisbah.v7i2.183Keywords:
Teori Multiple Intelligence, PendidikanAbstract
Inteligensi merupakan kumpulan kepingan kemampuan yang ada di beragam otak. Semua kepingan ini saling berhubungan, tetapi juga bekerja sendiri-sendiri. Yang terpenting, inteligensi tidak statis atau ditentukan sejak lahir. Seperti otot, inteligensi. Disinilah, pendidikan memiliki andil besar dan pendidik memiliki peran untuk membantu perkembangan inteligensi peserta didik. Beberapa prinsip umum pembelajaran untuk membantu mengembangkan multiple intelligences pada peserta didik dapat berkembang sepanjang hidup asal terus dibina dan ditingkatkan.
Kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence) bukan hanya prestasi akademik. Kecerdasan majemuk kemungkinan anak untuk meraih sukses menjadi sangat besar jika anak dilatih untuk meningkatkan kecerdasannya yang majemuk itu. Adapun kecerdasan majemuk tersebut antara lain Kecerdasan Musik, Kecerdasan Gerakan Badan (Bodily Kinesthetic), Kecerdasan Logis-Matematis, Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Spasial (Visual-Spasial), Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Naturalis, Kecerdasan Eksistensial.
Membangun seluruh kecerdasan anak adalah ibarat membangun sebuah tenda yang mempunyai beberapa tongkat sebagai penyangganya. Semakin sama tinggi tongkat-tongkat penyangganya, semakin kokoh pulalah tenda itu berdiri.
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
Categories
License
Copyright (c) 2022 Al-Misbah (Jurnal Prodi PGMI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


