Pemanfaatan Limbah Air Cucian Beras Dan Parutan Kunyit Untuk Mengatasi Kesuburan Tanah Dan Hama Pada Tanaman Cabe Rinjani Pada Pekarangan Keluarga Desa Karang Binangun II Kecamatan BMR OKU Timur
DOI:
https://doi.org/10.70688/jepkm.v5i01.393Keywords:
Limbah Cucian Beras, Parutan Kunyit, Cabai RinjaniAbstract
Saat ini cabai sedang naik daun, karena cabai juga menjadi salah satu pangan pokok sejuta umat. Tersedianya pangan yang cukup secara nasional maupun wilayah merupakan suatu keharusan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, namun hal itu tidak cukup karena kabutuhan pangan di tingkat rumah tangga/individu harus terpenuhi juga. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi di tingkat rumah tangga/individu dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang dikelola oleh seluruh anggota masyarakat.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Karang Binangun II adalah salah satu bentuk kepedulian STIT Misbahul Ulum terhadap masyarakat, khususnya para petani wanita. Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan wadah untuk para petani wanita atau ibu-ibu yang memiliki keinginan untuk menambah kesejahteraan ekonomi kegiatan bertani melalui kelompok. Kegiatan pengabdian pelatihan memanfaatkan limbah dapur memberikan kesempatan dari tim pengabdian mengadakan sosialisasi dan ajakan untuk mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan ibu-ibu petani yaitu pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT). KWT dibentuk sebagai upaya pelibatan wanita tani dan ibu-ibu secara langsung dalam usaha-usaha peningkatan hasil pertanian.
Hasil pelatihan terlihat pada meningkatnya pengetahuan ibu-ibu tentang bagaimana melestarikan lingkungan dengan memanfaatkan limbah dapur untuk berbagai jenis tanaman salah satunya cabai, sehingga nanti diharapkan akan trampil dalam pengolahan lahan baik memanfaatkan lahan pekarangan (kebun) maupun media tanam polybag, mampu membuat penyemaian, menanam dan memelihara tanaman. Peserta pelatihan sudah merasakan adanya peningkatan pendapatan karena hasil panen periode pertama berhasil dijual. Dan tanpa banyak mengeluarkan biaya untuk biaya pemupukan.
References
Anonim, Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran. Yogyakarta:Kanisius,1992
Hewindati, Yuni Tri dkk. Hortikultura, Jakarta. Universitas Terbuka: 2006.
Khomah & Fajarningsih, Potensi dan Prospek Pemanfaatan Lahan Pekarangan terhadap Pendapatan Rumah Tangga. Proceeding Seminar Nasional Peningkatan Kapabilitas UMKM dalam Mewujudkan UMKM Naik Kelas, 2015
Nahraeni, Wini, Rahayu Arifah, Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Di Desa Babakan Kecamatan Cisaat KabupatenSukabumi, Jurnal Qardhul Hasan 1(1), 2015
Parsono,dkk, Modul Budidaya dan Pascapanen Cabai Merah (Capsicum annuum L.), Dadi Rejo: SmartFarm Academy XI, 2022.
Rahayu, dkk. (2005). Keanekaragaman Tanaman Pekarangan dan Pemanfaatannya di Desa Lampeapi Pulau Wawoni Sulawesi Tenggara. Jurnal Teknologi Lingkungan P3TLBPPT 6 (2)
Ratna, Neneng dkk, Kontribusi Pemanfaatan Lahan Pekarangan terhadap Pemenuhan Gizi Keluarga dan Pengeluaran Pangan Rumah Tangga, Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Banjarbaru, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, 2016
Suratiyah Ken, Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya, 2008
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2024 IAI-IPMU Gumawang OKU Timur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This article is licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). The author(s) retain copyright and grant the journal the right to publish this work.



