IBNU TAIMIYAH SERTA IMPLIKASINYA DALAM PERKEMBANGAN SAINS MODERN
DOI:
https://doi.org/10.70688/tarbiyatulmisbah.v15i2.257Keywords:
Ibnu Taimiyah, Sains ModernAbstract
Pada abad ke tujuh Hijrah, aliran salaf mendapat kekuatan baru dengan munculnya Ibnu Taimiyah di Siria (661-728 H) bertepatan dengan 1263-1328 M yang telah memberikan daya vitalitas kepadanya dan memperkaya problem-problem yang dibicarakannya, yang diambilnya dari keadaan masanya. Ibnu Taimiyah membagi metode ulama-ulama Islam dalam lapangan aqidah menjadi empat, yaitu: 1. Aliran filsafat yang mengatakan bahwa Quran berisi dalil “khatabi” dan “iqnal” yang sesuai untuk orang banyak, sedang filosof-filosof menganggap dirinya ahli pembuktian rasionil dan keyakinan, suatu cara yang lazim dipakai dalam lapangan aqidah. 2. Aliran Mu’tazilah terlebih dahulu memegang dalil akal yang rasionil, sebelum mempelajari dalil-dalil qur’an. Mereka memang mengambil kedua macam dalil tersebut, akan tetapi mereka lebih mengutamakan dalil-dalil akal pikiran, sehingga mereka lebih mengutamakan dalil-dalil akal pikiran, sehingga mereka harus mena’wilkan dalil-dalil al-Qur’an untuk disesuaikan dengan hasil pemikiran, apabila terjadi perlawanan, meskipun mereka tidak keluar dari aqidah-aqidah qur’an. 3. Golongan ulama yang percaya kepada aqidah-aqidah dan dalil-dalil yang disebutkan oleh al-qur’an, sebagai suatu berita yang harus dipercayai, tetapi tidak dijadikan pangkal penyelidikan akal pikiran. 4. Golongan yang mempercayai aqidah dan dalil-dalilnya yang disebut dalam qur’an, tetapi mereka juga menggunakan dalil akal pikiran di samping dalil-dalil qur’an. Boleh jadi yang dimaksud Ibnu Taimiyah di sini ialah aliran Asy’ariah. Pemikiran Ibnu Taimiyah pada akhirnya bisa diterima dan diakui oleh para pemikir Barat yang mengakui keterbatasan rasio untuk mencari kebenaran.
References
Abdul Halim Mahmud, At Tafkirul Adabil Lughotil Arabiah III, Maktabah al-Englo al Misriah, 1955
Abdul Rozak, Rosihan Anwar, Ilmu Kalam untuk UIN, STAIN, PTAIS, CV Pustaka Setia, Bandung, 2006
Hanafi, Pengantar Theology Islam, Penerbit Pustaka Al-Husna, Jakarta, cet. 3
Husain Ahmad Amin, Seratus Tokoh dalam Sejarah Islam, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya, 1999.
Ibnu Taimiyah, Karakteristik Wali Allah dan Wali Setan, Solo, CV Ramadhani, 1991
Ibrahim Madkur, Fi Al-Falsafah Al-Islamiyah: Manhaj wa Tathbiquh, jilid II, Dar Al-Maarif, Mesir, 1947
W. Montgomerry Watt, Kejayaan Islam: Kajian Kritis dari Tokoh Orientalis, Terj. Hartono Hadikusumo, tiara wacana, Yogyakarta, 1990.


